Home Teknologi Dua Siswi Sumatra Selatan, Juara di Amerika

Dua Siswi Sumatra Selatan, Juara di Amerika

451
0

Riah-riuh dan suka cita tergambarkan dari wajah dua siswi SMA Negeri 2 Sekayu, Sumatra Selatan di Los Angeles. Mereka adalah Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma. Kebahagian ini, disebabkan oleh berhasilnya mereka mendapat dua penghargaan di Intel Internasional Science and Engineering (Intel ISEF) yang berlangsung pada tanggal 11 – 16 Mei 2014.

Pada perlombaan ini mereka membuat sebuah penelitian dan pengembangan kulkas tanpa listrik dan tanpa freon. Judul karya ilmiahnnya adalah “Green Refrigerant Box” yang mendapat penghargaan Development Focus Award yang berhadiah 10.000 dolar AS. Sedangkan pengharagan lain yang berhasil disabet itu dalam kategori Engineering: Material & Bioengineering dengan mendapat peringkat ketiga dengan hadiah uang sebesar 1.000 dolar AS.

Dalam karya ilmiah ini mereka memfokuskan pada pemanfaatan kayu gelam sebagai solusi alternatif sebagai pendingin buah dan sayur. Dalam teknologi yang dibuat oleh dua peneliti muda ini, dapat menurukan suhu dengan cepat. Misalnya saja suhu awal itu 28 derajat celscius di kulkas tanpa listrik dan freon dalam waktu 2 jam 20 menit dengan turun 5, 5 derajat celcius.

Gagasan pembuatan penelitian ini berdasarkan potensi sumber daya alam yang berada disekitar lingkungan dua siswi pelajar itu. Karena daerah mereka kaya akan buah-buahan dan sayur-sayuran, namun mereka tidak mempunyai listrik, ini yang mengakibtkan keprihatinan untuk dapat memberikan solusi terhadap pengolahan buah dan sayur yang ada.

Sedangkan tanggapan dari pihak Intel sebagai pihak penyeleggara lomba yakin kalau generasi muda akan memiliki peran penting untuk kemajuan ilmu dan teknologi di masa depan. Karena Intel berharap banyak generasi muda yang akan terinspirasi dengan apa yang telah di kerjakan oleh Muhtaza dan Anjani. Alasannya daya kreativias yang akan dapat memberikan kemajuan dalam peradaban manusia.

Pendapat Intel juga, di amini oleh Deva Rachman sebagai Director Public Affairs Intel Indonesia. Dia menyatakan bahwa, Indonesia membutuhkan lebih banyak ilmuwan, kreator, dan pengusaha untuk memajukan bangsa. Agar Indonesia mampu bersaing dengan bangsa lain di masa depan.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here