Home Teknologi Aplikasi untuk Autisme Karya Anak ITS; Cakra

Aplikasi untuk Autisme Karya Anak ITS; Cakra

392
0

Berawal dari niat untuk bisa membantu terhadap anak yang menyandang autisme, 4 mahasiswa ITS membuat aplikasi terapinya. Mereka adalah Nurul Wakhidatul Ummah, Muhamad Rizki Habibi, Mentari Queen Glossyta, dan Fiandra Fatharani yang tergabung dalam satu tim bernama DigiD2. Aplikasi yang mereka ciptakan itu di berinama Cakra dan sekarang sudah dapat digunakan untuk terapi.

Menurut penuturan Nurul aplikasi Cakra sudah di gunakan di Cakra Autism Center Surabaya selama kurang lebih satu tahun. Sedang di dalam Cakra sendiri berisi bermacam-macam bentuk pembelajaran dan permainan yang khusus digunakan bagi penyandang autisme. Melalui teknologi interaktif yang dilengkapi dengan hardware tambahan sensor Kinect dan tombol khusus yang bernama Prom Button dan Proton.

Selain untuk para penyandang autisme. Aplikasi ini bisa di gunakan untuk beberapa penyadang beberapa penyakit. Misalnya bisa untuk terapi penyakit ADHD (Attention Deficity Hyperactivity Disorder), Down Syndrome, retardasi mental, dan lambat belajar. Ini memberikan nilai yang lebih terhadap Cakra yang mampu menjadi terapi untuk beberapa penyakit.

Dalam perjalanan pembuatan aplikasi ini banyak pengalaman menarik yang membuat hati tersentuh. Ini yang di kemukan oleh Nurul, bahwa pernah ada orangtua yang menceritakan kondisi anaknya dan kemudian berniat membelinya. Namun pada waktu itu, Cakra sendiri belum menjadi aplikasi yang sempurna.

Sedangkan kendala di alami selama ini adalah tiadanya dari anggota yang merupakan anak psikologi. Hal ini yang memberikan kesulitan karena dalam aplikasi ini perlu ada saran dari ahli psikoogi. Kemudian untuk menyelesaikan kendala yang ada, tim DigiD2 meminta bantuan ahli autis yaitu Dr. llly Yudiono, sebagai pendamping.

Sekarang ini Cakra, sedang mengikuti kompetisi Imagine Cup 2014 yang diselenggarakan oleh Microsoft. Menjadi pemenang dalam lomba regional ini akan dapat membawa mereka untuk berkompetisi selanjutnya di World Semifinal. Bila menang, dapat mengikuti World Final yang akan diadakan di Seattle, Amerika Serikat.

Apabila bisa menang dalam lomba ini membuat kebanggaan untuk diri mereka dan bangsa Indonesia. Namun apabila tidak menang bukan menjadi masalah sebabĀ  menurut mereka temuan ini dapat bermanfaat itu yang lebih penting. Sebab tujuan awal untuk aplikasi ini adalah membantu terapi bagi anak-anak autisme.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here