Jum’at (21/11) pasukan TNI yang menggunakan kapal KRI Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) dapat menggagalkan upaya pembajakan terhadap kapal MV New Emerald berbendera Panama. Dalam operasi ini TNI tergabung dalam operasi pengamanan perbatasan Indonesia dengan Singapura. Sebab selama ini banyak pembajak yang berupaya melakukan tindakan kriminal di tengah laut terhadap kapal yang sedang melakukan kegiatan pengiriman barang.

Tindakan reaktif ini memberikan jawaban atas kritik masyarakat yang menyudutkan pasukan penjaga perbatasan tidak bekerja dengan baik. Namun dengan keberhasilan ini telah memberikan bukti nyata bahwa TNI benar-benar serius dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia. Sebab tugas TNI salah satunya adalah penjagaan akan kedaulatan Indonesia.

Sedangkan kabar mengenai pembajakan itu diterima oleh LO (Liasion Officer) Indonesia yang berada di IFC (Information Fusion Center) Singapura. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Kepala Dispenarmabar Letkol Laut (KH) Ariris Miftachurrahman, bahwa sedang terjadi pembajakan kapal. Mengetahui kabar itu segera dia memberikan instruksi terhadap KRI Sanca-815 yang dikomandoi Kapten Laut (P) Eko Yudi dan KRI Todak-631 dengan Komandan Mayor Laut (P) Sandy Kurniawan yang sedang melakukan patroli Indonesia-Singapura untuk dapat menangkap dan menggagalkan pembajakan.

Tidak berselang lama pasukan TNI dapat mengetahui kapal MV New Emerald  yang kemudian menggiringnya untuk dapat bersandar di Teluk Jodoh, Batam. Kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap kru kapal. Pada waktu pemeriksaan telah terungkap bahwa kapal ini telah mengalami kerugian barang yang banyak diambil oleh pembajak. Terus pembajak sudah dapat kabur sebelum TNI datang.

Tanggap respon yang diberikan oleh TNI mendapat pujian dari IFC di Singapura. Kecepatan yang diberikan menunjukan keseriuasan TNI dalam menjaga keamanan dilautan yang selama ini sering mengalami kecolongan oleh pembajak. “ Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari  Intelijen Koarmabar serta komando Pelaksana Koarmabar dalam memberikan info,” pungkas Ariris.

Sumber: (SP)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*